Langsung ke konten utama

Postingan

OpenAI Akui Ada Kebocoran Data, Ini Dampaknya ke Pengguna

Induk ChatGPT, OpenAI, mengakui adanya kebocoran data. Namun, menurut OpenAI, data yang bocor bukan berasal dari percakapan pengguna, melainkan dari layanan analitik web pihak ketiga Mixpanel. Layanan ini dipakai OpenAI untuk memantau penggunaan sistem antarmuka web (API) di website platform.openai.com. Dalam keterangan di blog resmi, OpenAI menjelaskan bahwa insiden terjadi sepenuhnya di lingkungan dan sistem Mixpanel. Artinya, insiden ini tidak terkait dengan sistem internal OpenAI, dan tidak memengaruhi pengguna ChatGPT maupun layanan OpenAI lainnya. OpenAI menegaskan tidak ada data sensitif seperti percakapan, akses permintaan API, API key, kata sandi, metode pembayaran, hingga dokumen identitas pengguna OpenAI yang bocor. Awal terjadinya serangan Menurut OpenAI, Mixpanel mendeteksi adanya upaya pembobolan alias akses yang mencurigakan ke sebagian sistem mereka pada 9 November 2025. Pelaku kemudian mengekspor suatu paket data alias dataset yang berisi sejumlah informasi analitik pe...

Meta Diduga Sembunyikan Fakta Penting soal Bahaya Produknya

  Meta dituduh menyembunyikan temuan penting terkait riset internal yang menunjukkan bahwa penggunaan produk-produk media sosialnya (Facebook dan Instagram), dapat memberi dampak negatif pada kesehatan mental. Tuduhan ini muncul pada dokumen pengadilan versi belum disunting (unredacted court filing) yang diajukan dalam gugatan class action oleh sejumlah distrik sekolah di Amerika Serikat (AS).  Riset yang dipermasalahkan tersebut dikenal sebagai Project Mercury, sebuah penelitian internal yang dijalankan Meta sekitar lima tahun lalu. Studi itu menemukan bahwa pengguna yang berhenti memakai Facebook dan Instagram selama satu minggu mengalami penurunan tingkat depresi, kecemasan, rasa kesepian, serta berkurangnya kecenderungan melakukan perbandingan sosial. Alih-alih mempublikasikan temuan atau melanjutkan penelitian, Meta justru menghentikan proyek tersebut. Bertolak belakang dengan klaim Meta Menurut laporan Reuters, staf Meta yang bertanggung jawab atas penelitian Project Mer...

Oppo Rilis Magentic Halo Flash Light, Lampu Flash dan Ring Light Terpadu

 Perusahaan gadget asal China, Oppo merilis aksesori baru, yakni Magentic Halo Flash Light. Aksesori ini menggabungkan lampu flash (kilat) dan penerangan seperti ring light dengan kemampuan magnetik. Lampu ini bisa dihubungkan dengan Bluetooth dari smartphone Oppo tertentu. Bukan cuma itu, lampu ini juga terintegrasi dengan aplikasi kamera bawaan HP Oppo, sehingga bisa dioperasikan lewat smartphone. Lampu flash dan ring light yang terpadu ini berguna untuk meningkatkan pencahayaan saat fotografi, vlogging, dan livestreaming. Oppo membekali sistem dwifungsi, yang juga memungkinkan pengguna beralih dari flash ke lampu penerangan atau sebaliknya. Aksesori ini tersedia dalam warna Silver White berbentuk bulat, dengan ketebalan 18 mm dan bobot 52 gram, cukup ringan untuk dibawa-bawa. Untuk kemampuan pencahayaanya, lampu ini memiliki 8 level penerangan yang bisa diatur. Ada pula 3 level color temperature untuk menambah aksen warna, yang memiliki rentang 3.0000K hingga 9.000K. Untuk lampu...

Nomor Asing Tak Dikenal Sering Ganggu? Begini Cara Blokirnya

   Panggilan dari nomor tidak dikenal bisa sangat mengganggu, terlebih jika intensitasnya berlebihan. Berikut cara blokir panggilan dari nomor tak dikenal di ponsel Android dan iPhone. Blokir nomor tidak dikenal dapat dimanfaatkan untuk menjaga privasi. Panggilan dari nomor baru yang tak dikenal seringkali mengganggu, apalagi jika dilakukan berulang tanpa alasan jelas dan berpotensi sebagai spam. Untuk mengurangi gangguan, pengguna bisa memblokir nomor-nomor asing tersebut menggunakan fitur bawaan di ponsel. Fitur pada perangkat Android dan iOS memudahkan pengguna menyaring atau memblokir nomor yang dianggap mengganggu. Dengan demikian, ketika nomor tidak dikenal menghubungi, ponsel akan menolak panggilan secara otomatis. Beberapa ponsel bahkan telah dilengkapi fitur untuk memberi tahu pengguna identitas nomornya. Android Ponsel Android memiliki fitur bawaan untuk memblokir nomor baru yang tidak dikenal. Pengguna hanya perlu mengaktifkannya dengan langkah berikut: 1. Buka apli...

100 Password Ini Rentan Di-hack

     Laporan terbaru situs riset teknologi Comparitech mengungkap 100 password yang paling banyak digunakan di seluruh dunia sepanjang tahun 2025. Dalam riset tersebut, peneliti menganalisis lebih dari dua miliar password yang bocor dari berbagai forum dan basis data pelanggaran keamanan siber sepanjang tahun 2025. Dari ratusan password tersebut, "123456" menjadi yang paling banyak digunakan. Comparitech mencatat, password itu digunakan oleh 7,6 juta akun. Di posisi kedua dan ketiga, terdapat pola serupa yakni "12345678" dan "123456789", yang masing-masing muncul jutaan kali dalam data dari akun yang bocor. Sementara di peringkat keempat, muncul kata "admin", disusul "1234" di posisi kelima. Kata "password" juga masih tetap bertahan sebagai salah satu yang paling populer dan menempati posisi kedelapan dalam daftar. 100 Password paling banyak dipakai 1. 123456 – 7.618.192  2. 123456789 – 1.500.046  3. admin – 1.213.047  4. 1234...

Nano Banana Hadir di HP Samsung Galaxy A56 5G

     Samsung memperluas kemampuan kecerdasan buatan di ponsel kelas menengahnya, lewat pembaruan One UI 8 untuk Galaxy A56 5G. Selain membawa tampilan dan fitur yang lebih personal, update One UI 8 ini juga menghadirkan teknologi terbaru dari Google Gemini, yaitu Nano Banana, generator gambar berbasis AI yang memungkinkan pengguna membuat dan mengedit foto secara instan langsung dari ponsel. Samsung Electronics Indonesia mengatakan fitur ini ditujukan untuk Gen Z yang semakin mengandalkan smartphone untuk berekspresi dan membuat konten kreatif. "Dengan dukungan Nano Banana, pengguna bisa berkreasi sesuai imajinasi mereka, ciptakan konten dan dunia baru yang awesome,” ujar Verry Octavianus, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia dalam keterangan resminya.

Hati-hati Modus Penipuan Online Baru via VC

    Beberapa waktu terakhir muncul modus penipuan baru yang memanfaatkan fitur video call. Penipu menuding korban sebagai penerima paket narkoba, dan berupaya memeras korban. Dalam modus ini, pelaku melakukan video call pada korbannya dan mengaku sebagai polisi. Kemudian, ia memperlihatkan seseorang yang disebutnya sebagai kurir narkoba. Kurir palsu tersebut menyebut paket narkoba akan dikirimkan kepada penerima telepon. Dikutip dari akun Instagram Ditsiber Polri, pelaku mencoba menciptakan suasana serius dan menegangkan untuk menekan psikologis penerima telepon. Hal tersebut dilakukan agar pelaku bisa memanipulasi korban dengan tujuan meminta transfer sejumlah uang. Uang tersebut diminta dengan alasan agar kasus tersebut dapat diselesaikan segera. Modus ini tidak sebenarnya baru, tetapi penggunaan fitur video call untuk meyakinkan situasi menjadi hal baru. Sebelumnya, modus menekan psikologis serupa sudah kerap memakan korban, mulai dari menyebut anak penerima telepon te...