Skip to main content

Right here right now Peter febian.


Image result for peter febian linked
Suatu malam, masuklah pesan di Inbox LinkedIn saya, dari seorang JobSeeker (JS) yang memang sudah cukup lama mencari kerja, belom kunjung ada yg berjodoh...
JS: Halo met malem Om Pete... apa kabar... Me: Halo juga Pak, met malem... kabar baekkk... JS: Om, bolehkah minta rekomendasinya?
JS: Rekomendasi pekerjaan Om... Om Pete kan koneksinya super-duper luas. Bolehkah Om Pete merekomendasikan saya ke penggede2 perusahaan, supaya saya diterima kerja?


Me: Maksudnya rekomendasi apa neh Pak? Me: (Lagi narik napas, belom sempet buang napas, pas mau ngetik jawaban...)
Me: Pak, saya ini juga lagi ngos-ngosan nyari kerjaan loh. Logiskah saya ketambahan CV Bapak lagi buat nyariin kerjaan, sementara saya belom dapet kerjaan? Saya jelas bukan pemilik pekerjaan dan bukan Head Hunter.

JS: Om Pete ini CV saya, jangan lupa yaaa tolong kabarin saya Om, kalo udah ada yg nyangkut... Me: (Akhirnya bisa buang napas dan mengetik...)
Me: Hidup gak segampang itu Pak. Jodoh gak segampang itu. Pekerjaan & karir gak segampang itu. Kalo memang segampang itu, gak perlu ada LinkedIn Pak, pasti beres semua perkara kerjaan & karir.

JS: Om Pete sori banget, saya gak maksud ngerepotin Om. Saya pikir kan gampang aja Om Pete kalo mau minta kerjaan ke koneksi Om. JS: Maksudnya gimana Om? Keberatan gak ngasih pencerahan ke saya? Me: Begini Pak... Saya cerita dikit ya...
Me: Kepada 3 orang itu saya sapa baik2 awalnya. Setelah mereka merespon pesan saya dan mulai nyaman ngobrol lebih jauh, akhirnya saya mengetahui bahwa mereka pemilik usaha. Saya utarakan keinginan saya untuk bekerja di perusahaan mereka, karena lagi butuh kerja.

Me: Jaman dulu saya belom aktif di LinkedIn, aktifnya di sosmed sebelah... (ternyata) saya berkenalan dengan 3 orang pemilik usaha. Me: Hasilnya? 2 orang membaca pesan terakhir saya tanpa membalasnya. 1 orang lagi melakukan Unfriend terhadap saya. Me: Terakhir saya mengetahui kabar bisnis yg mereka jalankan, grup bisnisnya membesar, buka perusahaan baru di mana2.
Me: Maka saya putuskan buat mengubah cara berpikir saya... bahwa ketika saya masih susah mendapatkan rejeki, itu tandanya ada yg belum saya lakukan dengan baik, karena saya kurang berkompeten, atau karena banyak orang gak bisa melihat apa manfaat & kontribusi saya bagi mereka.

Me: Saya kalkukasi dengan intuisi & nurani saya, betapa mahalnya harga yg harus saya bayar dari sebuah hubungan yg rusak dengan mereka, hanya gara2 saya terlalu bernafsu meminta pekerjaan ke mereka. JS: Nah tunggu Om... terus gimana caranya kita bisa ngasih kontribusi buat mereka, kalo belom diterima kerja di tempatnya?
Me: Jangan nunggu dikasih kartu nama kantor & jabatan dulu, baru berbuat sesuatu. Right here right now, kita bisa berbuat sesuatu bagi orang lain. Jangan pernah membatasi ruang & waktu bagi kita buat membawa kebaikan & perubahan bagi masyarakat.

Me: Pak, saya membangun LinkedIn saya dari 300 Followers menjadi 30.000+ Followers dalam waktu lebih dari 1 tahun sambil terseok-seok mencari kerja, keuangan babak-belur, pagi-siang-malam-subuh keliatannya kaya kurang kerjaan ngeladenin banyak orang tanpa pamrih... apakah itu bukan kontribusi & karya sosial Pak? Me: Saya hanya ingin menekankan, bahwa di era teknologi ini, kita sungguh teramat beruntung, karena bisa berkarya tanpa batas melalui teknologi, dan bisa berkontribusi tanpa otoritas kantor, melalui media sosial. JS: Om, tapi setelah Om Pete membangun itu semua, apakah lebih gampang dapet kerjaan?
Me: Bukankah setelahnya lantas ratusan penolakan dari rekruter itu menjadi sekecil butiran pasir dan gak berarti apa2 lagi?
Me: Dari 50K+ Followers saya, saya hitung kasar, ada sekitar 1%-nya yg merupakan Decision Maker. Dari mulai pemilik perusahaan, investor, CEO, Founder, Direksi, penggede komunitas, aktivis sosial-kemanusiaan, petinggi pemerintahan, hingga pengusaha. Me: Bagaimanakah caranya saya bisa terkoneksi & berhubungan baik dengan 1% itu? Ya dengan terlebih dahulu membangun hubungan baik & menghasilkan karya sosial bersama 99% lainnya. Me: Setelah ditolak ratusan rekruter, saya bangun jati diri... saya bangun (dan jaga) hubungan baik dengan 1% Followers itu, setelah saya membawa transformasi & perubahan bagi 99% Followers saya lainnya... Me: Jangan lupa Pak... Saya lakukan ini semua dalam kondisi sambil nyari kerja, sambil babak-belur, dan sambil cari sampingan serabutan sana-sini...
Me: Berkat saya menahan diri & gak baperan, justru saya mulai dapetin lebih dari sekedar kesempatan karir. Malah dapet tawaran bikin PT bareng, bikin yayasan bareng, ngerjain project bareng, minta perusahaannya dikonsultanin, diundang di berbagai acara komunitas, diminta buat mengisi sejumlah acara seminar dan sejenisnya... yah pokoknya melebihi ekspektasi awal saya lah yg tadinya cuman pengen dapet kerjaan kantoran sebagai karyawan...

Me: Tuhan & alam ini kurang berkenan memberikan kita akses menuju 1% itu, sebelum membangun yg 99% terlebih dahulu dengan kasih, fokus, ketekunan, pengharapan baik, disiplin, dan konsistensi jati diri. Me: Lebih terhormatnya lagi... mayoritas dari 1% itu yg add akun LinkedIn saya duluan. Kenapa bukan saya yg add mereka duluan? Karena kejadian dulu di mana hubungan saya rusak dengan 3 orang itu, membuat saya trauma dan memilih buat gak secara membabi-buta mengajak seseorang terkoneksi tanpa mereka terlebih dulu melihat kontribusi nyata saya bagi masyarakat. Me: Itu semua dateng dari 1% Followers saya itu; karena mereka punya power, sumber daya, dan jaringan koneksi bisnis buat menawarkan itu pada saya. Me: Jadi, kebayang kan Pak, betapa amat sangat fatalnya kalo saya grasa-grusu baperan minta pekerjaan ke 1% itu, tanpa terlebih dahulu berbuat sesuatu apa pun bagi 99% lainnya?

Me: Terus gimana kalo mayoritas dari mereka melakukan Remove Connection terhadap saya? Kalo dulu saya kehilangan 3 koneksi pengusaha saja berasa fatal, lah apalagi kalo kehilangan ratusan. Nyungsep dah hidup saya... Me: Intinya Pak... LinkedIn memang bukan buat cari kerja semata, tapi buat membangun hubungan baik. Kalo dari hubungan baik lantas dapet kerjaan atau benefit lainnya, itu adalah imbalannya kemudian. JS: Om Pete... saya speechless... Benar2 Tuhan memberkati Om Pete dengan kekuatan & kesabaran luar biasa, masih mau ngeladenin saya yg cupu ini, sampe akhirnya saya ngerti... Me: Saya cuman pengen Bapak bersyukur, bahwa ketika Bapak nyosor minta rekomendasi & ngejejelin saya dengan CV tadi, gak langsung saya Remove Connection, malah masih saya kasih pencerahan panjang-lebar... Me: Karena bukankah itu sama aja dengan para penjual yg memaksa terkoneksi dengan kita, lalu tiba2 ngirim pesan penjualan produknya di Inbox kita, bahkan tanpa perkenalan diri yg sepantasnya?

Me: Setelah Bapak memahami ini semua, apakah siap berubah & bertransformasi?
Me: Can you sustain all the process Pak? JS: Saya siap berubah Pak!!! Terima kasih buat waktu & pengorbanan Om Pete hanya buat bikin saya ngerti ini semua... Tuhan memberkati Om Pete sekeluarga ya... Me: Salam sejahtera Pak... Tetaplah berpengharapan baik ya... Met malem... Kabar terakhir, 2 bulan lebih dari percakapan terakhir, sang JS sudah diterima bekerja di perusahaan luar kota. Tanpa rekomendasi dari siapa pun...
Dan tanpa baper... 

Comments

Postingan Populer

Kode Redeem The Forge Roblox Desember 2025, Buruan Klaim Sebelum Hangus

  Siapa nih yang lagi cari-cari kode redeem The Forge Roblox terbaru? Kebetulan detikINET punya satu kode yang bisa diklaim secara cuma-cuma. Untuk hadiah yang bisa didapatkan berupa lima reroll. Sebaiknya gamer mengklaimnya sekarang, karena tidak diketahui masa aktif kodenya dan berapa banyak pemain yang bisa menggunakannya. Namun saat artikel ini dibuat, detikINET sudah menjajalnya dan berhasil. Bagi yang belum tau, reroll merupakan salah satu item yang sangat berguna di dalam game Roblox. Dengan item ini, gamer dapat membuka statistik dan kemampuan menjadi lebih baik, yang akan membuat perjalanan pandai besi kalian jauh lebih mudah. Jadi reroll dapat digunakan untuk mengubah status ras gamer di dalam permainan. Adapun ras yang dimaksud di antaranya human, elf, zombie, goblin, undead, orc, dwarf, shadow, minotaur, dragonborn, golem, angel, dan demon. Dari semua jenis ras tersebut, paling susah didapatkan ialah angel dan demon. Kedua ras ini langka dan persentase untuk mendapatkan...

Micron Keluar dari Bisnis RAM Konsumer, Merek Crucial Disetop

Micron menghentikan bisnis RAM dan SSD konsumer di bawah merek Crucial mulai awal 2026. Perusahaan mengalihkan fokus ke produksi memori untuk data center dan kebutuhan AI yang permintaannya melonjak. Penghentian Crucial diperkirakan mengurangi pilihan RAM/SSD di pasar konsumen dan berpotensi memengaruhi harga. Produsen memori global Micron resmi menghentikan bisnis RAM dan SSD konsumer di bawah merek Crucial. Langkah ini membuat lini produk Crucial disetop secara bertahap mulai sekarang hingga awal 2026, seiring perusahaan mengalihkan fokus ke memori untuk data center dan kecerdasan buatan (AI). Dalam rilis resmi, Micron menyatakan akan menghentikan penjualan produk Crucial ke distributor, retailer, dan penyalur di seluruh dunia paling lambat Februari 2026.  Meski demikian, perusahaan akan tetap mendistribusikan produk konsumer yang sudah dipesan melalui kuartal II fiskal 2026 dan tetap memberikan dukungan garansi serta servis bagi pengguna existing. Menurut Micron, keputusan ini d...

Monetisasi FB Pro Tertahan, Apa yang Salah?

langsung. Dengan adanya FB Pro, profil pribadi berubah menjadi lebih profesional, status “Teman” otomatis berubah menjadi “Pengikut”, dan fitur analitik ditambahkan untuk memantau performa akun. Tujuannya jelas membantu kreator membangun eksistensi sekaligus memperoleh pendapatan. Namun dibalik peluang ini terdapat tantangan besar berupa syarat monetisasi yang ketat dan seringkali membingungkan bagi pemula.  Mengapa Monetasi di FB Pro Sulit Dicapai? Banyak kreator FB Pro belum memenuhi syarat monetisasi karena beberapa faktor utamanya: Jumlah pengikut belum mencukupi untuk fitur dasar seperti Stars, karakter wajib memiliki minimal 500 pengikut aktif selama 30 hari. Sementara untuk iklan in-stream, syaratnya jauh lebih tinggi yaitu 10.000 pengikut dan 600.000 menit tayang dalam 60 hari. Kurangnya jam tayang dan interaksi, monetisasi iklan menuntut jumlah tayangan yang besar. Kreator yang hanya mengungkapkan sekali sulit mencapai angka 60.000 - 600.000 menit tayang. Selain itu, inter...