Skip to main content

Logika dan Emosi

Di dunia ini ada 2 hukum terutama yang tak dapat dibantah oleh manusia:
  1. Hukum sebab akibat / aksi reaksi
  2. Hukum yang kuat memangsa (menaklukan dan sejenisnya) yang lemah
Hasil gambar untuk logika
   Semua mengerti ada aksi, ada reaksi. Bila ada yang melanggar peraturan negara, maka pantaslah bila polisi (ataupun tentara) mencoba mencegah pihak yang dirasa bersalah. Terlepas dari entah negara itu diakui secara de jure atau tidak, selama de facto negara itu ada, maka peraturannya perlu dihormati. Juga dapat dipahami bahwa kekerasan akan memicu kekerasan lagi. Kekerasan dalam kerusuhan contohnya, melempari tentara yang sudah memiliki senjata api tentu akan menuai balasan peluru tajam. Ini adalah sesuai dengan hukum aksi reaksi. Hukum yang kedua adalah hukum alam. Dapat dilihat dalam dunia nyata, apakah ini salah satu bentuk ketidak adilan? Bila anda menjawab bahwa ini tidak adil, maka sebenarnya anda sedang menyalahkan TUHAN YME karena ia yang menciptakan hukum ini agar sebenarnya kita sebagai ciptaan selalu tunduk pada kehendak-NYA, yang terkuat dari seluruh yang ada. Akan tetapi saya heran kepada banyak orang yang menulis di kompasiana ini tanpa memahami kedua hukum di atas. Mungkin saja emosi yang menguasai mereka akibat hal tersebut menyentuh sesuatu yang sensitif dalam kepercayaan mereka, sehingga mereka bahkan menyuruh, bukan lagi meminta, agar TUHAN bekerja bagi mereka, sesuatu yang sungguh absurd. 
    Logika dan Emosi, lebih baik menggunakan logika karena logika membuat para pembaca mengerti alur pikiran dari penulis. Pembaca dapat melihat dasar pemikiran penulis, proses berpikir penulis dan kesimpulan dari penulis sehingga pemahaman pembaca kepada apa yang tertulis dapat menjadi lengkap. Sebaliknya, emosi biasanya dilampiaskan dalam tindakan sehingga tidaklah baik dalam mengungkapkan pendapat dengan menggunakan tulisan. Mungkin anda akan lebih berhasil dalam pidato dan ceramah, bila anda dapat mengungkapkan isi hati anda dengan baik, anda dapat membakar perasaan orang banyak. Saya melihat ada penulis yang menulis seperti ini: "Israel memang biadab". Bila penulis sudah memiliki pandangan Israel biadab dan Israel bertindak seperti yang diharapkan penulis, mengapa dia protes? Bukankah Israel bertindak seperti yang dia harapkan? Ataukah dalam hatinya, sebenarnya ia menginginkan Israel bertindak penuh belas kasih? Heran bukan ada yang berkata "Israel adalah musuh *" kemudian ia heran ketika Israel membunuh orang * . Bukankah itu harapannya? Atau dia sebenarnya berharap orang * yang membunuh Israel? Tetapi tidak menyadari bahwa itu adalah hubungan 2 arah? Dalam contoh-contoh ini kita dapat melihat bagaimana emosi mempengaruhi logika penulisan. Etiket penulisan juga perlu diperhatikan dalam penulisan. Spasi dan enter untuk memudahkan orang membaca membuat pembaca paham apa yang hendak ditulis. Menulis dengan huruf besar semua biasanya digunakan untuk penekanan terhadap sesuatu yang ingin ditekankan dalam argumen. Menulis dengan huruf kapital seluruhnya (kecuali dalam penyebutan TUHAN, yang adalah penghormatan), saya rasa merupakan perbuatan orang yang belum matang dan tidak dapat menguasai dirinya dalam diskusi. Demikian juga dengan men-generalisir orang/ stereotiping. Biasanya orang yang melakukan hal itu sudah buntu dan sudah tidak dapat berkata apa-apa, kemudian daripada ia malu tak bisa menjawab, maka ia melakukan hal yang lebih memalukan lagi. 
Teori Politik Dalam politik, ada yang mengungkapkan:
"Musuh dari musuhku adalah temanku, dan tentu saja sebaliknya teman dari musuhku adalah musuhku"
    Dilihat dari strategi perang sekalipun hal ini adalah hal yang sangat masuk akal. Dalam berbagai tulisan yang mengutuk Israelpun merembet kepada US dan negara barat, bahkan PBB. Bahkan pernah ada anggota DPR yang berkata: "Apakah World Bank ingin mencari masalah dengan DPR-RI?"(terkait dengan kasus SMI dan Bank Century). Dalam hal ini kita harus bercermin. Apa kita tidak sadar adanya hukum yang kuat memangsa yang lemah? Apakah kita siap dalam berperang dengan seluruh bangsa yang disebutkan di atas? Untung saja pemimpin World Bank tidak tersinggung dan berkata: "Iya, memangnya kenapa?" Lalu ia mengumpulkan semua temannya untuk membangkrutkan Indonesia sehingga negara kita benar-benar hancur perekonomiannya. Melawan 1 orang George Soros saja kita belum mampu. Saya sangat menyayangkan banyaknya orang yang mengutarakan pendapatnya yang sangat provokatif tanpa disertai kemampuan untuk melakukan pendapatnya. Mayoritas hanya bersandar kepada kitab sucinya, tanpa memperhitungkan konten, konteks dan cara pelaksanaannya. Istilahnya, nafsu besar tak ada kemampuan atau bagaikan pungguk merindukan bulan. Kemudian ada yang mengatakan "Kemerdekaan adalah hak segala bangsa". Tentu saja ini adalah benar. Toh secara de facto Palestina sudah merdeka, secara de jure hal ini menunggu dari hasil perang saudara antara Fatah dengan Hamas. Apabila saya pendukung Fatah, apakah saya dianggap tidak mendukung perjuangan rakyat Palestina? Seolah Palestina hanya Hamas saja. Saya tidak melihat korelasi Pembukaan UUD'45 ini terhadap proses perang saudara yang terjadi pada negara Palestina. Apabila Palestina belum diakui kemerdekaannya saya pikir ini terutama karena perang saudara antara Fatah dengan Hamas yang masih berlangsung sampai sekarang. Dan alasan mengapa Israel memblokade Hamas, saya pikir ini juga karena Fatah "meminta tolong" juga. Dan apabila saudara tidak mengakui kemerdekaan Israel, justru hal ini seharusnya merupakan bumerang bagi anda.
Kesimpulan: Saya berpikir bahwa logika berpikir yang jelas, diperlukan dalam penulisan artikel yang bermutu. Emosi hanya akan menutupi maksud yang ada. Etiket menulis perlu diperhatikan agar tidak memusingkan pembaca (yang mungkin adalah tujuan penulis yang sengaja melanggar, agar tidak ada yang dapat menjawab karena merasa pusing dengan tulisannya). Demikian pula dalam penggunaan alur berpikir dan contoh yang diberikan. Selamat menulis. Salam kompasiana.

Comments

Postingan Populer

Nomor Asing Tak Dikenal Sering Ganggu? Begini Cara Blokirnya

   Panggilan dari nomor tidak dikenal bisa sangat mengganggu, terlebih jika intensitasnya berlebihan. Berikut cara blokir panggilan dari nomor tak dikenal di ponsel Android dan iPhone. Blokir nomor tidak dikenal dapat dimanfaatkan untuk menjaga privasi. Panggilan dari nomor baru yang tak dikenal seringkali mengganggu, apalagi jika dilakukan berulang tanpa alasan jelas dan berpotensi sebagai spam. Untuk mengurangi gangguan, pengguna bisa memblokir nomor-nomor asing tersebut menggunakan fitur bawaan di ponsel. Fitur pada perangkat Android dan iOS memudahkan pengguna menyaring atau memblokir nomor yang dianggap mengganggu. Dengan demikian, ketika nomor tidak dikenal menghubungi, ponsel akan menolak panggilan secara otomatis. Beberapa ponsel bahkan telah dilengkapi fitur untuk memberi tahu pengguna identitas nomornya. Android Ponsel Android memiliki fitur bawaan untuk memblokir nomor baru yang tidak dikenal. Pengguna hanya perlu mengaktifkannya dengan langkah berikut: 1. Buka apli...

Meta Diduga Sembunyikan Fakta Penting soal Bahaya Produknya

  Meta dituduh menyembunyikan temuan penting terkait riset internal yang menunjukkan bahwa penggunaan produk-produk media sosialnya (Facebook dan Instagram), dapat memberi dampak negatif pada kesehatan mental. Tuduhan ini muncul pada dokumen pengadilan versi belum disunting (unredacted court filing) yang diajukan dalam gugatan class action oleh sejumlah distrik sekolah di Amerika Serikat (AS).  Riset yang dipermasalahkan tersebut dikenal sebagai Project Mercury, sebuah penelitian internal yang dijalankan Meta sekitar lima tahun lalu. Studi itu menemukan bahwa pengguna yang berhenti memakai Facebook dan Instagram selama satu minggu mengalami penurunan tingkat depresi, kecemasan, rasa kesepian, serta berkurangnya kecenderungan melakukan perbandingan sosial. Alih-alih mempublikasikan temuan atau melanjutkan penelitian, Meta justru menghentikan proyek tersebut. Bertolak belakang dengan klaim Meta Menurut laporan Reuters, staf Meta yang bertanggung jawab atas penelitian Project Mer...

RRQ Kazu Ungkap Map Andalannya di Grand Finals FFWS Global 2025

  RRQ Kazu, salah satu wakil Indonesia di kejuaraan dunia Free Fire World Series (FFWS) Global Finals 2025, siap beraksi di babak grand final untuk meraih gelar juara. Mereka pun mengungkapkan map andalannya di partai puncak nanti. "Di kondisi saat ini, Bermuda adalah map power kami," kata Pelatih RRQ Kazu, Adi Gustiawan alias Ady, Namun Ady mengaku ingin tetap objektif selama grand final FFWS Global Finals 2025. Dirinya menyampaikan, bersama dengan anak-anak asuhnya, akan memberikan penampilan terbaik di semua map. "Kita ingin memaksimalkan di setiap match apapun itu map-nya tanpa terkecuali," tegas Adyy. Kendati demikian, dalam beberapa turnamen terakhir, hasil yang diperoleh RRQ Kazu tidak sesuai harapan. Mereka sering mendominasi di knockout stage, tapi lesu saat tampil di grand final. Meski begitu, Ady meyakinkan kalau di FFWS Global Finals 2025 akan berbeda. Ia mengatakan telah memiliki data yang diperlukan dan siap disempurnakan ketika berjuang di grand final...