Langsung ke konten utama

Hacker Iran Diduga Tanam Backdoor di Sistem Kritis AS

 



Kelompok peretas yang diduga terkait pemerintah Iran dilaporkan berhasil menyusup ke sejumlah jaringan penting di Amerika Serikat (AS), termasuk sistem bank dan bandara. Serangan siber ini dilakukan dengan menanamkan backdoor atau akses tersembunyi yang memungkinkan pelaku memantau dan mengendalikan sistem korban dari jarak jauh.

Laporan tersebut diungkap dalam artikel yang dipublikasikan oleh media teknologi keamanan The Register. Serangan dikaitkan dengan kelompok peretas bernama MuddyWater, yang diketahui berafiliasi dengan Ministry of Intelligence and Security Iran (MOIS)

Menurut para peneliti keamanan siber, kelompok tersebut menggunakan malware khusus untuk menanamkan akses tersembunyi pada sistem korban. Backdoor ini memungkinkan peretas mencuri data, mengunduh atau mengunggah file, hingga mempertahankan akses jangka panjang ke jaringan yang telah disusupi.

Target serangan tidak hanya terbatas pada satu sektor. Selain jaringan bank di Amerika Serikat, para peneliti juga menemukan indikasi penyusupan pada jaringan bandara, perusahaan perangkat lunak yang berkaitan dengan industri pertahanan di Israel, serta organisasi non-pemerintah di Amerika Utara.

Peneliti keamanan menemukan bahwa para peretas menanamkan dua jenis backdoor baru pada sistem korban. Salah satunya adalah Dindoor, yang digunakan untuk mempertahankan akses ke jaringan yang telah disusupi. Selain itu, ditemukan pula backdoor lain bernama Fakeset pada jaringan sebuah bandara di Amerika Serikat.

Aktivitas serangan ini diduga telah dimulai sejak awal 2026. Peneliti menilai penanaman backdoor tersebut kemungkinan dilakukan sebagai bagian dari strategi "pre-positioning", yaitu menempatkan akses tersembunyi pada sistem target sebelum konflik geopolitik meningkat.

Kelompok MuddyWater sendiri dikenal sebagai salah satu aktor siber yang aktif melakukan operasi spionase digital terhadap berbagai sektor strategis. Sejak sekitar 2017, kelompok ini kerap menargetkan pemerintah, sektor telekomunikasi, lembaga keuangan, serta infrastruktur penting di berbagai negara.

Para peneliti memperingatkan bahwa keberadaan backdoor pada jaringan kritikal dapat menimbulkan risiko keamanan serius. Selain memungkinkan pencurian data, akses tersebut juga berpotensi dimanfaatkan untuk operasi siber lanjutan, termasuk sabotase sistem atau pengumpulan intelijen jangka panjang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kode Redeem The Forge Roblox Desember 2025, Buruan Klaim Sebelum Hangus

  Siapa nih yang lagi cari-cari kode redeem The Forge Roblox terbaru? Kebetulan detikINET punya satu kode yang bisa diklaim secara cuma-cuma. Untuk hadiah yang bisa didapatkan berupa lima reroll. Sebaiknya gamer mengklaimnya sekarang, karena tidak diketahui masa aktif kodenya dan berapa banyak pemain yang bisa menggunakannya. Namun saat artikel ini dibuat, detikINET sudah menjajalnya dan berhasil. Bagi yang belum tau, reroll merupakan salah satu item yang sangat berguna di dalam game Roblox. Dengan item ini, gamer dapat membuka statistik dan kemampuan menjadi lebih baik, yang akan membuat perjalanan pandai besi kalian jauh lebih mudah. Jadi reroll dapat digunakan untuk mengubah status ras gamer di dalam permainan. Adapun ras yang dimaksud di antaranya human, elf, zombie, goblin, undead, orc, dwarf, shadow, minotaur, dragonborn, golem, angel, dan demon. Dari semua jenis ras tersebut, paling susah didapatkan ialah angel dan demon. Kedua ras ini langka dan persentase untuk mendapatkan...

Micron Keluar dari Bisnis RAM Konsumer, Merek Crucial Disetop

Micron menghentikan bisnis RAM dan SSD konsumer di bawah merek Crucial mulai awal 2026. Perusahaan mengalihkan fokus ke produksi memori untuk data center dan kebutuhan AI yang permintaannya melonjak. Penghentian Crucial diperkirakan mengurangi pilihan RAM/SSD di pasar konsumen dan berpotensi memengaruhi harga. Produsen memori global Micron resmi menghentikan bisnis RAM dan SSD konsumer di bawah merek Crucial. Langkah ini membuat lini produk Crucial disetop secara bertahap mulai sekarang hingga awal 2026, seiring perusahaan mengalihkan fokus ke memori untuk data center dan kecerdasan buatan (AI). Dalam rilis resmi, Micron menyatakan akan menghentikan penjualan produk Crucial ke distributor, retailer, dan penyalur di seluruh dunia paling lambat Februari 2026.  Meski demikian, perusahaan akan tetap mendistribusikan produk konsumer yang sudah dipesan melalui kuartal II fiskal 2026 dan tetap memberikan dukungan garansi serta servis bagi pengguna existing. Menurut Micron, keputusan ini d...

Nano Banana Hadir di HP Samsung Galaxy A56 5G

     Samsung memperluas kemampuan kecerdasan buatan di ponsel kelas menengahnya, lewat pembaruan One UI 8 untuk Galaxy A56 5G. Selain membawa tampilan dan fitur yang lebih personal, update One UI 8 ini juga menghadirkan teknologi terbaru dari Google Gemini, yaitu Nano Banana, generator gambar berbasis AI yang memungkinkan pengguna membuat dan mengedit foto secara instan langsung dari ponsel. Samsung Electronics Indonesia mengatakan fitur ini ditujukan untuk Gen Z yang semakin mengandalkan smartphone untuk berekspresi dan membuat konten kreatif. "Dengan dukungan Nano Banana, pengguna bisa berkreasi sesuai imajinasi mereka, ciptakan konten dan dunia baru yang awesome,” ujar Verry Octavianus, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia dalam keterangan resminya.