Skip to main content

3 Alasan mengapa anda ngantuk seharian


  

   Sudah merasa tidur cukup, tapi seharian masih ngantuk? Hal ini kerap menyiksa apalagi jika pekerjaan sudah menumpuk. Mengantuk dianggap biasa, tapi jika mengantuk seharian, orang patut waspada. Mengantuk sebenarnya bukan cuma soal kurang tidur dan kelelahan. Mengantuk seharian bisa saja disebabkan karena adanya gangguan tidur. 

  Mengutip Hello Sehat ada tiga gangguan tidur yang membuat orang bisa ngantuk sepanjang hari. 


1. Obstructive sleep apnea

   Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan sering berhenti saat tidur. Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau sleep apnea obstruktif merupakan jenis sleep apnea yang membuat orang mengantuk sepanjang hari. Napas dapat berhenti sekitar 10-20 detik dan bisa terjadi ratusan kali selama tidur. Mereka yang mengalami OSA dapat terbangun meski mereka tak menyadari kalau mereka terbangun. Akibatnya, orang tak bertenaga dan kurang produktif saat beraktivitas. 
Apa gejala OSA?
Salah satu gejala yang paling tampak adalah mendengkur. Selain mendengkur, orang juga dapat tersedak atau napas yang tersengal-sengal saat tidur. 

2. Narkolepsi

  Gangguan tidur yang paling umum adalah narkolepsi yakni kondisi kelainan saraf sehingga membuat orang tak mampu mengontrol siklus tidur atau bangun. Hingga kini penyebabnya belum diketahui pasti. Akan tetapi, para ahli meyakini narkolepsi disebabkan oleh kurangnya senyawa hypocretin dalam otak. Senyawa ini mengatur kesadaran saat terjaga dan keadaan REM atau rapid eye movement atau tahapan tidur seseorang. Narkolepsi membuat orang sulit mengendalikan rasa kantuk, terutama siang hari. Orang pun bisa tidur kapan saja, bahkan di tengah aktivitas. Gejala paling umum dari narkolepsi adalah rasa kantuk berlebihan di siang hari. Sleep attack juga hal yang umum dialami. Penderitanya bisa tertidur saat bekerja atau berkendara dan saat terbangun mereka tak bisa mengingat apapun. 



3. Restless legs syndrome (RLS)

  Restless Legs Syndrome (RLS) sering disebut sebagai penyakit Willis-Ekbom. RLS merupakan kondisi kelainan saraf yang mengakibatkan orang tidak dapat mengendalikan pergerakan kakinya. Orang biasanya merasakan rasa tak nyaman, kesemutan atau rasa sakit yang tak jelas penyebabnya sehingga ada hasrat untuk terus menggerakkan kaki. Para ahli menduga kondisi ini disebabkan ada kemungkinan akibat dari ketidakseimbangan zat kimia otak yaitu dopamin yang berfungsi sebagai pengendali pergerakan otot. Umumnya RLS terjadi di malam hari jelang waktu tidur atau saat tidur. Mau tak mau RLS dapat mengganggu tidur dan orang akan mengantuk sepanjang hari karenanya.

Comments

Postingan Populer

Nomor Asing Tak Dikenal Sering Ganggu? Begini Cara Blokirnya

   Panggilan dari nomor tidak dikenal bisa sangat mengganggu, terlebih jika intensitasnya berlebihan. Berikut cara blokir panggilan dari nomor tak dikenal di ponsel Android dan iPhone. Blokir nomor tidak dikenal dapat dimanfaatkan untuk menjaga privasi. Panggilan dari nomor baru yang tak dikenal seringkali mengganggu, apalagi jika dilakukan berulang tanpa alasan jelas dan berpotensi sebagai spam. Untuk mengurangi gangguan, pengguna bisa memblokir nomor-nomor asing tersebut menggunakan fitur bawaan di ponsel. Fitur pada perangkat Android dan iOS memudahkan pengguna menyaring atau memblokir nomor yang dianggap mengganggu. Dengan demikian, ketika nomor tidak dikenal menghubungi, ponsel akan menolak panggilan secara otomatis. Beberapa ponsel bahkan telah dilengkapi fitur untuk memberi tahu pengguna identitas nomornya. Android Ponsel Android memiliki fitur bawaan untuk memblokir nomor baru yang tidak dikenal. Pengguna hanya perlu mengaktifkannya dengan langkah berikut: 1. Buka apli...

Meta Diduga Sembunyikan Fakta Penting soal Bahaya Produknya

  Meta dituduh menyembunyikan temuan penting terkait riset internal yang menunjukkan bahwa penggunaan produk-produk media sosialnya (Facebook dan Instagram), dapat memberi dampak negatif pada kesehatan mental. Tuduhan ini muncul pada dokumen pengadilan versi belum disunting (unredacted court filing) yang diajukan dalam gugatan class action oleh sejumlah distrik sekolah di Amerika Serikat (AS).  Riset yang dipermasalahkan tersebut dikenal sebagai Project Mercury, sebuah penelitian internal yang dijalankan Meta sekitar lima tahun lalu. Studi itu menemukan bahwa pengguna yang berhenti memakai Facebook dan Instagram selama satu minggu mengalami penurunan tingkat depresi, kecemasan, rasa kesepian, serta berkurangnya kecenderungan melakukan perbandingan sosial. Alih-alih mempublikasikan temuan atau melanjutkan penelitian, Meta justru menghentikan proyek tersebut. Bertolak belakang dengan klaim Meta Menurut laporan Reuters, staf Meta yang bertanggung jawab atas penelitian Project Mer...

RRQ Kazu Ungkap Map Andalannya di Grand Finals FFWS Global 2025

  RRQ Kazu, salah satu wakil Indonesia di kejuaraan dunia Free Fire World Series (FFWS) Global Finals 2025, siap beraksi di babak grand final untuk meraih gelar juara. Mereka pun mengungkapkan map andalannya di partai puncak nanti. "Di kondisi saat ini, Bermuda adalah map power kami," kata Pelatih RRQ Kazu, Adi Gustiawan alias Ady, Namun Ady mengaku ingin tetap objektif selama grand final FFWS Global Finals 2025. Dirinya menyampaikan, bersama dengan anak-anak asuhnya, akan memberikan penampilan terbaik di semua map. "Kita ingin memaksimalkan di setiap match apapun itu map-nya tanpa terkecuali," tegas Adyy. Kendati demikian, dalam beberapa turnamen terakhir, hasil yang diperoleh RRQ Kazu tidak sesuai harapan. Mereka sering mendominasi di knockout stage, tapi lesu saat tampil di grand final. Meski begitu, Ady meyakinkan kalau di FFWS Global Finals 2025 akan berbeda. Ia mengatakan telah memiliki data yang diperlukan dan siap disempurnakan ketika berjuang di grand final...